Kenapa Safe Exam Browser Tidak Ada Versi Android dan Linux?
Safe Exam Browser atau biasa disingkat SEB merupakan aplikasi browser khusus ujian online yang banyak digunakan sekolah dan universitas untuk mencegah peserta membuka aplikasi lain saat ujian berlangsung. Sampai saat ini, SEB resmi tersedia untuk Windows, macOS, dan iOS. Namun banyak orang bertanya, kenapa Android dan Linux belum didukung secara resmi?
Alasan utamanya adalah faktor keamanan dan kestabilan sistem.
Pada Android, setiap merek smartphone memiliki sistem yang berbeda-beda. Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo, dan Realme mempunyai tampilan serta fitur keamanan masing-masing. Hal ini membuat aplikasi seperti SEB sulit mengunci perangkat secara penuh. Selain itu, Android juga lebih mudah dimodifikasi sehingga risiko kecurangan lebih tinggi.
Sementara itu, Linux memiliki banyak jenis distribusi seperti Ubuntu, Debian, Fedora, dan Arch Linux. Perbedaan sistem tersebut membuat pengembangan aplikasi anti-cheat menjadi jauh lebih rumit dibanding Windows atau macOS yang lebih seragam.
Berbeda dengan Android dan Linux, iOS justru lebih mudah diamankan karena Apple memiliki sistem yang tertutup dan perangkat yang lebih konsisten. Itulah sebabnya SEB resmi tersedia untuk iPhone dan iPad.
Walaupun belum ada SEB resmi untuk Android, saat ini sudah banyak aplikasi exam browser lokal yang menggunakan fitur kiosk mode dan fullscreen untuk membantu mengamankan ujian online di smartphone.
Bagi sekolah atau guru yang menggunakan sistem CBT berbasis Android, kombinasi aplikasi exam browser, token ujian, dan monitoring tetap bisa menjadi solusi praktis untuk pelaksanaan ujian digital yang lebih aman.

Komentar
Posting Komentar
silahkan berkomentar dengan santun