Pendidikan vs MBG: Ketika Perut Kenyang Tapi Logika Masih Berjuang
Dunia pendidikan sering dijadikan panggung utama untuk berbagai program besar. Mulai dari perubahan kurikulum, aplikasi ini itu, sampai program MBG yang ramai dibahas ke mana-mana. Katanya demi masa depan generasi muda. Katanya demi anak bangsa. Katanya. Masalahnya, kadang yang paling sering berubah justru bungkusnya, bukan isi utamanya. Di satu sisi, pendidikan selalu diminta menghasilkan siswa kreatif, kritis, inovatif, siap kerja, siap kuliah, siap menghadapi AI, siap menghadapi dunia global, bahkan siap menghadapi hidup yang makin mahal. Tapi di sisi lain, banyak sekolah masih sibuk dengan masalah klasik: internet lemot, proyektor rebutan, laboratorium seadanya, sampai guru yang harus jadi multitasking level dewa. Lalu datanglah MBG dengan segala kemeriahannya. Poster bertebaran. Dokumentasi ramai. Kamera aktif. Komentar netizen pun terbagi dua: ada yang mendukung, ada yang bingung sebenarnya prioritas utamanya apa. Karena jujur saja, kadang masyarakat melihatnya seperti ini: ...